Rencana pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan
diprediksi akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia bagian
timur. Termasuk ke pulau Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah (Sulteng).
Ketua Fraksi NasDem DPR RI Ahmad Ali mengingatkan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah untuk mempersiapkan infrastuktur transporasi cepat dan alternatif serta kantong logistik. Hal itu lantaran Sulteng menjadi pemasok logistik dan kebutuhan pangan ke Pulau Kalimantan.
"Pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan membuat posisi Sulteng sebagai sentra strategis dalam pemenuhan logistik dan pangan. Tetapi dengan catatan apa yang harus dipersiapkan Sulteng," ujar Ahmad Ali, Sabtu, 3 Agustus 2019.
Legislator dapil Sulteng ini menyampaikan, letak geografis
Sulteng menjadi sangat strategis karena merupakan jalur terdekat dalam rantai
pasok berbagai kebutuhan logistik di pulau kalimantan. Namun hal itu
ditekankannya tak akan memberi dampak apa-apa tanpa adanya perencanaan dan
persiapan yang matang dalam merespons pemindahan ibu kota.
"Sulteng paling tidak membutuhkan transformasi besar dalam infrastruktur darat untuk jalur logistik dari sumber bahan baku ke lokasi Pelabuhan Pantoloan," urainya.
Sejauh ini kata Ali, jarak transportasi logistik dari arah Napu dan dari parigi Moutong masih membutuhkan waktu yang lama. "Ke depan kita membutuhkan lebih banyak jalur cepat dan alternatif, maka dari itu, kita membutuhkan jalan baru yang lebih banyak dari dan ke Pelabuban Pantoloan," terangnya.
Selain itu kata dia, penyiapan program yang sinergis harus memperkuat kantong-kantong logistik pangan berbasis potensi daerah yang sinergis dengan rencana provinsi.
"Maka itu kebutuhan Sulteng ke depan, harua bersinergi antara rencana Provinsi dengan Kabupaten untuk keunggulan ini. Jangan provinsi merencanakan pengembangan kawasan pertanian pangan Kabupaten merencanakan kelautan, itu kan tidak sinergis," kata Ahmad.
Oleh karena itu, Ahmad Ali berpendapat bahwa harus ada rencana induk bersama yang dipakai sebagai master plan provinsi dan kabupaten menuju 2024 yang dapat menjawab tantangan kesempatan ini.
"Sulteng paling tidak membutuhkan transformasi besar dalam infrastruktur darat untuk jalur logistik dari sumber bahan baku ke lokasi Pelabuhan Pantoloan," urainya.
Sejauh ini kata Ali, jarak transportasi logistik dari arah Napu dan dari parigi Moutong masih membutuhkan waktu yang lama. "Ke depan kita membutuhkan lebih banyak jalur cepat dan alternatif, maka dari itu, kita membutuhkan jalan baru yang lebih banyak dari dan ke Pelabuban Pantoloan," terangnya.
Selain itu kata dia, penyiapan program yang sinergis harus memperkuat kantong-kantong logistik pangan berbasis potensi daerah yang sinergis dengan rencana provinsi.
"Maka itu kebutuhan Sulteng ke depan, harua bersinergi antara rencana Provinsi dengan Kabupaten untuk keunggulan ini. Jangan provinsi merencanakan pengembangan kawasan pertanian pangan Kabupaten merencanakan kelautan, itu kan tidak sinergis," kata Ahmad.
Oleh karena itu, Ahmad Ali berpendapat bahwa harus ada rencana induk bersama yang dipakai sebagai master plan provinsi dan kabupaten menuju 2024 yang dapat menjawab tantangan kesempatan ini.
source https://www.medcom.id/nasional/daerah/4ba5YnBb-sulteng-harus-bersiap-sambut-ibu-kota-baru?
0 komentar